Masih seperti selalu, dia berada di sudut sana, sedikit lebih lusuh dari tadinya ketika lampu masih menyala.
Setelah
tertekan begitu lama oleh tubuh yang hangat dan gelisah. Tersentak oleh
suara yang menggaung dipikiran aku terbangun kesekian kalinya.Menjelang
subuh, kokok ayam pertama. Kutarik dia yang selalu setia, di saat pagi,
siang, senja, dan malam. Mulai kembali beraksi dengannya.
Hari begitu cepat berlalu membuatku khawatir tentangnya.
Sudah berapa lama dari yang semestinya?
Aku belum selesai dengannya, masih belum merasa cukup.
Haruskah kusudahi sesuatu yang belum?
Tak apalah sedikit membayar ekstra...
_REPOST#FB_
No comments:
Post a Comment