Berawal dari kesalahan, itulah perkenalan saya dengan dunia menulis. Saat
saya duduk di tingkat dua Sekolah Menengah Pertama, saya tidak bisa mengontrol
mulut saya untuk tidak menjadi sok jagoan dalam menulis surat cinta di depan
teman-teman. Demi pembuktiaan akan kata-kata yang sudah terucap, jadilah saya
memaksakan diri melakoni dunia menulis, sesuatu yang saya kurang suka bahkan
cenderung enggak peduli.
Awalnya hanya tulisan-tulisan biasa yang jauh dari layak untuk ukuran
seseorang yang mengaku bisa menulis. Namun, seiring banyaknya kertas yang
terbuang dan demi menulis sesuatu yang “luar biasa”, akhirnya saya menemukan
potensi (baca : talenta) baru dalam diri saya. Saya sangat suka bermain dengan
kata, terkhusus menempatkan kata berbeda dari fungsinya.
Lalu, semakin jauh saya melakoni bidang ini, saya semakin mencintainya.
Saya juga menyadari menulis merupakan sebuah kebutuhan sekaligus refleksi bagi
saya. Saat saya merasa tertekan oleh keadaan, saya menuliskannya. Kemudian saya
temukan ketentraman di dalamnya, bahkan (terkadang) pemecahan masalah yang saya
alami. Lewat menulis, saya juga menemukan kepuasaan tersendiri yang tidak akan
dimengerti orang lain kecuali dialami sendiri.
Alasan lain mengapa saya menulis adalah karena dengan menulis, saya belajar
mengenali diri saya sendiri. Kapan saya harus berkarakter sebagai anak kecil,
seorang yang dewasa, dan orang tua. Saya juga menjadi mengerti bahwa sering
kali hal-hal yang dianggap beberapa orang bersifat remeh-temeh adalah sesuatu
yang penting bahkan prinsipal bagi orang lain.
Terlebih saat ini, lewat pelayanan saya di kampus, saya berharap dapat
berbagi dengan orang lain atas apa yang saya peroleh dari-Nya. Saya juga ingin
memberikan penghiburan, motivasi, dan (meminjam kalimat pengantar tugas ini)
pencerahan di tengah-tengah dunia yang bising tak karuan ini kepada
saudara-saudara seiman. Besar harapan saya, lewat tulisan-tulisan, yang saya
harap kemudian hari dapat saya hasilkan, semakin banyak orang yang percaya akan
Yesus Kristus. Dan semakin banyak tulisan-tulisan yang membangun.
WLP, 2009
No comments:
Post a Comment