Gadis yang dulu tertunduk
Gadis yang pemurung, yang tak banyak bicara
Kini menjelma jadi tiang pancang
Setia, itulah awalnya.
Lama Sang Gadis menabur,
Dalam raga, waktu, komitmen
Dan sekumpulan harga
Memang tak selalu mudah
Ada tak hanya sekali "sudahlah"
Ada ragu yang membuncah
Tat kala Sang Gadis gamang menghadang waktu
Sudahkah terlalu lama
Atau masih setengah saja
Belum waktunya kata Sang Empunya titah
Sang Gadis tafakur di singgasana
Bercengkrama bersama waktu yang telah lama
Ada dua kali "wahhh"
Ada tiga kali "kok bisa"
Ada empat kali "mungkinkah"
Lantas ditutup hati "imanilah"
Terima kasih karena percaya
WLP 12032012
No comments:
Post a Comment